CATATAN TOKOH ULAMA' DI ARSIP SEJARAH PRINGSEWU

CATATAN TOKOH ULAMA' DI ARSIP SEJARAH PRINGSEWU

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan diminta melakukan penelusuran sejarah di Pringsewu serta mencatatkannya. Langkah ini dilakukan sebagai arsip untuk pemkab setempat.

“Dinas Perpustakaan kiranya dapat menelusuri sejarah orang-orang Pringsewu yang telah berjasa bagi kabupaten ini. Kemudian dijadikan arsip sejarah yang dimiliki Pemkab Pringsewu,” kata Wakil Bupati Pringsewu Fauzi.

Selain pengarsipan, pihak terkait lainnya seperti Dishub agar dapat berperan menciptakan keamanan dan kenyamanan menyusul adanya sejumlah makam tokoh dan ulama di Pringsewu yang banyak dikunjungi  peziarah. Di antaranya menata tempat parkir dan membuat rambu petunjuk arah dan sebagainya.

Dinas PUPR juga dapat  dapat membantu pembangunan infrastruktur menuju kompleks makam. Tak terkecuali pihak kecamatan dan desa yang mempunyai wilayah, agar dapat turut menunjang kegiatan kepariwisataan guna memberdayakan perekonomian warganya.

Apa yang diharapkan Wabup Fauzi itu nampaknya hasil telaah lapangan saat kunjungan ke lokasi. Seperti kunjungan ke Komplek Makam Prof. Dr. KH. Ahmad Rais Abdillah, M.A., Al-Hafidz, di Bukit Dirham, Pekon  Ambarawa, Kecamatan Ambarawa.

Makam ulama Pringsewu serta pendiri Yayasan Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Mathlaul Huda (YPPTQMH) Ambarawa.  Di komplek Bukit Dirham juga terdapat makam istrinya Hj. Luqmanati Adnan, Al-Hafidzoh.

Komplek makam Bukit Dirham ini merupakan salah satu tempat ziarah yang banyak dikunjungi. Kemudian Bukit Silitonga di Sukoharjo yang menyimpan sejarah perjuangan mengusir penjajah. (sag/ais)